Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Benda besejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Benda besejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2018

Wayang



Wayang adalah sebuah seni pertunjukkan tradisional Indonesia yang berkembang sangat pesat dan telah diakui dunia karena keunikan yang dimilikinya.

Seperti yang disebutkan oleh para sumber sejarah, wayang adalah kebudayaan tertua asli Indonesia. Prasasti tertua yang memberi informasi tentang perwayangan berasal dari masa pemerintahan Raja Airlangga yang sudah ada sejak abad ke-10 Masehi.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, konon pertunjukan wayang sudah dikenal di Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Hindu yaitu sekitar zaman Neolitik atau tahun 1500 SM.

Wayang sendiri berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan bahwa wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan'. Hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir(kain layar berwarna putih) atau hanya bayangan wayangnya saja.

Semua lapisan masyarakat mulai dari anak kecil hingga orang tua menyukai seni pertunjukan tradisional ini. Bukan hanya di Jawa, kini wayang juga akrab dan sering disajikan di acara-acara sakral di seluruh dunia.

Pada 7 November 2003, UNESCO juga telah menobatkan wayang sebagai "Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity" atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia.

Dan kini ada beberapa jenis wayang yang sudah dikembangkan untuk memperkaya khasanah dunia perwayangan Seperti wayang golek, wayang orang, Wayang Kulit, Wayang Kayu, Wayang Rumput, dan Wayang Motekar.

Pada umumnya, wayang dimainkan pada waktu malam hari dan biasanya si dalang melakukan do'a atau ritual terlebih dahulu. Alasan diselenggarakan pada malam hari adalah, karena bila hari sudah gelap, maka dalang dapat mengusir roh-roh yang gentayangan.

Ketika itu profesi dalang sangat dihormati karena dianggap sebagai “orang pintar” atau orang yang memiliki ilmu supranatural. Agar bisa berhubungan dengan roh nenek moyang, maka tempat yang dipilih untuk pertunjukan pentas seni wayang adalah tempat khusus, angker, atau sakral, berikut dengan pemujaannya.

Artefak-artefak yang banyak dijadikan sarana itu adalah dolmen (meja batu), menhir (tugu batu), dan takhta batu yang merupakan peninggalan dari zaman prasejarah. Pada saat masuknya agama Islam di Indonesia, wayang digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam dengan versi yang berbeda-beda.

Karena wayang memiliki pesan moral yang mudah di mengerti di setiap penyampaiannya. Dan Indonesia adalah negara yang memiliki berjuta warisan budaya yang mempunyai kearifan lokal dan pesan-pesan moral untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Keris



Keris adalah salah satu benda tradisional atau senjata tikam khas Indonesia yang termasuk peninggalan bersejarah. Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9.

Besar kemungkinan, keris telah digunakan sebelum masa tersebut. Menteri Kebudyaan Indonesia, Jero Wacik telah membawa keris ke UNESCO untuk meminta jaminan bahwa keris adalah warisan budaya Indonesia.

Ada beberapa wilayah yang memiliki keris khususnya di daerah Jawa, Madura, Bali/lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan,Sulawesi, atau Brunai, Thailand,Filipina(khususunya daerah Mindanao).

Bentuk keris ada berbagai macam, misalnya keris luk (berkelok-kelok), ada juga yang yang berbilah lurus, dan masih banyak bentuk yang masih tergolong keris.

Beberapa orang, khususnya orang Jawa menganggap perbedaan bentuk dari keris memiliki nilai esoterik yang berbeda. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga memiliki kekuatan supranatural yang menurut orang-orang tertentu memiliki karisma tersendiri.

Kerap kali keris disebut sebagai benda yang memiliki aura mistis, namun ada juga yang menganggap keris sebagai benda unik sehingga banyak kolektor benda-benda tradisional salah satunya keris ini. Adapun bagian-bagian dan kelengkapan keris yang perlu di perhatikan anatara lain pegangan keris atau hulu keris, sarung keris atau warangka, wilah(bagian utama dari keris).

Di Indonesia ada banyak nama-nama keris yang bisa di bedakan menurut pamor atau gambar yang ada di bilah keris, tombak, atau wedung. Dan Pamor sendiri memiliki filosofi dan mengandung pesan moral dalamnya.

Dan di tahun 2005, keris secara resmi terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Betapa banyaknya warisan dari leluhur untuk Indonesia, betapa banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia dari bangunan, tempat, dan benda yang harus kita jaga demi melestarikan warisan budaya Indonesia.